Bloger Cilegon, Terinspirasi dari Bloger Banyumas

“Kalau semisal sekarang membuat komunitas bloger serupa, di mana atmosfer bloger sekarang sudah berbeda apa bisa?.”

“Lah, mau sekarang atau nanti, mau tahun dua ribu sembilan belas setengah atau lebih, yah bisa aja.”

Suhu Baturaden yang mencecah 19 derajat tak membuat kami beranjak mendengar cerita mengenai sejarah Juguran Bloger (JB). Tak banyak memang, karena sebagian dari kami sudah meninggalkan tempat makan dan menuju tenda untuk merehatkan badan.

Mas Pradna, dengan gaya khasnya asyik berkisah mengenai perjalanan JB dari tahun 2012 sampai kini. Pun, ia menceritakan dari mana ia terinspirasi mengadakan JB. Bermula dari keikutsertaannya pada sebuah acara di Solo dan Wonosobo, ia mencari cara untuk membuat acara serupa di kotanya.

Baginya, yang sangat berkesan tentu saja acara di Wonosobo yang diikuti pada tahun 2009. Acara yang dihelat oleh Pemkab setempat dan panitianya anak-anak SMA itu sangat membekas. Katanya, tak ada jeda lama dari satu rangkaian acara ke acara selanjutnya. Pun ketika harus jam tiga pagi menuju Dieng, panitia dengan sigap menjalankan tugasnya.

Sepulang dari sana, Bloger Banyumas mulai menyusun rencana untuk mengadakan kegiatan yang hampir serupa dengan tujuan untuk mengenalkan potensi desa-desa di Banyumas.

JB tahun pertama dilaksanakan pada tahun 2012 , diikuti oleh 15 blogger dari berbagai daerah.

  1. Desa-desa Membangun wilayah Banyumas.
  2. Komunitas Blogger Wong Kito – Palembang.
  3. Blogger dari Bandung.
  4. Komunitas Blogger Santri Sandal-Selen – Ponpes Al-Hikmah 2 Bumiayu, Brebes.
  5. Komunitas Blogger DotSemarang – Semarang.
  6. Pegiat JGOS (Jogja Goes Open Source) – Yogyakarta.
  7. Komunitas Infest Yogya – Yogyakarta.
  8. Komunitas Blogger Madiun.
  9. Komunitas Blogger Ngalam – Malang.
  10. Komunitas Blogger Plat M – Madura. Copas dari blog salah satu panitia.

2012 sudah berlalu, dan di tahun 2019 ini JB masih terlaksana. Ada beberapa desa yang sudah didatangi, ada banyak desa yang sudah ikut terpublikasikan dalam acara ini. Niat mereka untuk mengenalkan potensi desa-desa di Banyumas sudah terwujud. Baik dari segi melek IT, mau pun sekarang dari potensi wisata desa.

Pulang dari Banyumas, meyakinkan diri untuk “melahirkan” hal serupa di kota sendiri. Meski yakin tak akan sama, tapi semangat mereka bisa menjadi bekal nantinya. Bloger Cilegon.

Leave your Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *